Minggu, 23 Agustus 2009

Agar Lebih Tahu Penyebab Kematian Bidan Desa Harus Kenal Penjaga Kubur

PEMALANG wartapantura Seyogianya para bidan desa harus kenal dengan para penjaga kubur di kuburan terdekat agar tahu sendiri penyebab kematian warga di desa tempatnya bertugas. Demikian ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemalang Dr Erna Nuraini, MHLTh Sc saat membuka acara Audit Medik Penyebab Kematian Bayi dan Anak’ bagi para bidan dan bidan desa. Pada kegiatan di aula setempat, Selasa (18/8) dia menilai, sikap tersebut perlu dimiliki mengingat pentingnya data penyebab kematian warga sebagai bahan laporan dasar statistik yang akan berkaitan penting terhadap kebijakan kedepan. Biasanya kematian warga kurang terpantau petugas medis di desa sehingga menyulitkan upaya pencarian data pendukung untuk pembuatan statistik. Pada acara dengan nara sumber dokter ahli dari provinsi, Erna menyarankan agar bidan desa lebih jeli sehingga dapat mengetahui penyebab kematian. “Selama ini yang dipantau hanya ibu, bayi dan anak, tetapi sekarang semua harus dipantau dan dicatat,” imbuhnya menegaskan.

Sementara itu guna mendukung data statistik Dr Yuswari dari Dinkes Provinsi Jateng, menilai pentingnya bidan desa mengetahui penyebab kematian warga sehingga yang tahu tidak hanya penjaga kubur. Untuk kematian bayi dengan berbagai sebab di Jateng angkanya relatif rendah dibanding daerah lain, yakni kurang dari 10. Demikian halya di Kabupaten Pemalang, angkanya rendah, kurang dari 10 dan rata-rata bayi meninggal pada usia 0-7 hari. ruslan nolowijoyo

Heru S Sudjarwo Tersesat di Jalan yang Benar

PEMALANG wartapantura Bagi production advisor film Babad Tanah Pemalang (BTP) Heru S Sudjarwo yang puluhan tahun malang melintang di jagat perfilman keterlibatannya dalam penggarapan film BTP melulu karena kepedulian. “Saya melihat semangat daerah yang luar biasa, ini yang baru sekarang saya temukan,” ungkapnya baru-baru ini. Kebetulan yang merasa berniatan sama adalah sobat-sobatnya sendiri, maka ketika disepakati tengok lokasi syuting, perancang Piala Citra ini pun langsung tancap gas. Di film BTP sarjana seni yang cukup lama menimba ilmu di Eropa ini mengaku itung-itung pulang kampung. “Ini bener-bener gila, luar biasa orang daerah bikin film babad, film sejarah, baru ini semangat luar biasa kita temui,” urainya panjang lebar. Dia sendiri ketemu teman-teman seniornya seperti Imam Tantowi, Budi Santosa dan lainnya, mulanya merasa seakan tersesat. Ya, menjadi insan perfilman karena tersesat di jalan yang benar, ujarnya sambil tertawa lebar.

Lain halnya dengan Sumantri Jaliteng, art designer yang kelahiran Slawi 6 dasa warsa lalu. Film BTP menyimpan keunikan tersendiri sehingga penanganan artistik harus cermat dan serius agar bisa memenuhi tuntutan skenario. “Kami menangani kostum, spesial effek dan ubarampe lainnya,” ujarnya. Peranan peƱata artistik dalam sebuah penggarapan film menurut dia, adalah menvisualkan suasana masa lalu seperti yang dikisahkan dalam skenarionya. Gambaran cerita masa lalu itu seyogianya dijiwai pula oleh pemain. Imajinasikan itu suasana dan peran yang dibawakan dengan berkesungguhan agar apa yang dituntut skenario bisa terpenuhi. Sumantri Jaliteng mengakui bahwa penataan artistik film sejarah kolosal jauh berbeda dengan film biasa, masing-masing punya spesifikasi dan ciri khas. Tapi yang jelas untuk BTP persiapan akan lebih lama ketimbang pembuatan sinetron masa kini. Ruslan nolowijoyo

Pagu Raksin 3,2 M Tersalur Tepat Sasaran di Pemalang

PEMALANG wartapantura - Penyaluran beras untuk warga miskin (raskin) di Kabupaten Pemalang untuk 14 wilayah kecamatan hingga bulan Agustus lancar dan tepat sasaran. Berkat koordinasi semua pihak terkait raskin dengan pagu 2.005.080 kg senilai Rp 3.208.128.000,-- dapat tersalur dan relatif mudah penagihannya. Kabag Perekonomian Setda Pemalang, Drs Tutuko, MSi, saat ditemui wartapantura di ruang kerjanya Rabu 19 Agustus pekan lalu menyebutkan bahwa dari 222 desa/kelurahan yang ada tinggal 2 desa yang penagihanya mengalami kelambatan, yakni Desa Pegundan di Kecamatan Petarukan dan Tumbal di Kecamatan Comal. “Semua sudah tertagih, termasuk Desa Tumbal akan melunasi hari ini, tinggal Pegundan yang belum lunas,” ungkapnya. Untuk desa penunggak menurut dia nilainya sesuai pagu Rp 37.272.000,- atas harga Rp 1.600,- untuk 23.295 kg raskin.

Agar penyaluran raskin kedepan lebih lancar dan tepat sasaran semua camat mengikuti rakor bersama pihak terkait diikuti perwakilan 2 desa masing-masing kecamatan. Tujuan rakor tersebut menurut Tutuko, tidaklain untuk menyamakan persepsi guna mencapai target 6T yang dicanangkan. Yakni Tepat waktu, Tepat jumlah, Tepat harga, Tepat sasaran, Tepat kualitas dan Tepat administrasi.ruslan nolowijoyo

Sabtu, 22 Agustus 2009

Ultah ke 63 Imam Tantowi Dirayakan dengan Bedah Naskah Film BTP

PEMALANG – Proses pembuatan film sejarah Babad Tanah Pemalang (BTP) agaknya tak hentinya mengukir keunikan. Diantaranya ketika tim pencari lokasi syuting sempat kalang kabut mencari kamera yang terjatuh saat meloncati parit akhir bulan lalu, tiba-tiba tanpa dinyana kamera digital pocket miliknya terlihat di rerumputan. Kali ini ternyata naskah film BTP dijadikan satu souvenir tak terlupakan lantaran dibedah bersama tim konsultan sebagai hadiah ulang tahun Imam Tantowi selaku sutradara dan penulis skenario di Kantor PT Indonetra Sakti di Jakarta, pada tanggal 13 Agustus lalu. Jauh sebelumnya munculnya informasi akan dibuatnya film BTP juga sempat mengundang tanya lantaran cerita ‘Babad Pemalang’ konon merupakan kisah yang ditabukan. Jika dipentaskan tidak secara lengkap bisa terjadi sesuatu yang tak diharapkan.

Pada hari Kamis pekan lalu sutradara asal Tegal itu merayakan ulang tahunnya yang ke 63. “Ya, pada tanggal 13 kemarin Pak Imam Tantowi merayakan ulang tahun ke 63, kita rayakan di kantor Indonetra dengan acara bedah naskah film Babad Tanah Pemalang,” tutur production advisor Heru S Sudjarwo, melalui ponselnya, Kamis (20/8) siang kemarin. Hadir pada acara tersebut menurut dia, Imam Tantowi selaku penulis skenario dan sutradara BTP, executive producer Indonetrasakti Darmanto Marnadi, P Budi Santoso selaku chief production, art designer Sumantri Jaliteng, H Nana dari Karnos Film dan kameraman Topobroto. Dari acara ultah yang ‘nganeh-anehi’ setidaknya dapat disimpulkan bahwa penggarapan film BTP bukan asal-asalan namun serius oleh para jawara sinea nasional tersebut. Terlepas dari kepedulian mereka terhadap niatan Disbudpar Pemalang untuk mengapresiasikan cerita sejarah dalam bentuk film dokumen ataupun karena para sineas papan atas yang terlibat adalah putra daerah tetangga, Tegal dan dua diantara mereka ternyata juga asal Pemalang, yakni P Budi Santoso dan Torro Margens. Itu berarti sebagai insan budaya yang cinta kampung halaman, kepedulian mereka bukan sikap mengada-ada. Apalagi jika diproyeksikan dari tingkat kelelahan mereka dalam menggarap film hingga rampung dengan ketersediaan anggaran. “Kami tergugah karena adanya ikatan emosional, Pemalang dan Tegal adalah tetangga berdekatan yang pada waktu itu merupakan telatah dibawah pengaruh pemerintahan kerajaan di masa Pangeran Benawa,” ungkap Darmanto Marnadi usai casting pemain beberapa waktu lalu.

Keunikan kisah BTP sendiri menggelitik tim kerja Indonetra dan Imam Tantowi, dan tentu hal itu langka dilakukan tim kerja manapun tatkala mengulangtahuni sutradaranya. Karena bukannya di hotel berbintang atau restoran kelas internasional. Melainkan di kantor mitra kerjanya dengan sajian utama bedah naskah. Tak heran apabila Heru S Sudjarwo selaku konsultan ahli berkomentar bahwa kuatnya semangat daerah telah menggiring para pendekar perfilman nasional turun gunung. Layaknya perayaan ulang tahun, Imam Tantowi juga meniup api lilin dikuti tepuk tanggan dan ucapan selamat panjang umur. Dan setelah kue ulang tahun dicicipi , ‘kue’ berikutnya adalah naskah setebal 60 halaman yang dibedah sebagai hadiah ultah. Maka tak berlebihan apabila produser BTP Hendro Susetyo mengatakan bahwa keterlibatan para sineas papan atas negeri ini ibarat ‘sumur marani timba’ bukannya ‘timba marani sumur’. Maka bagi sineas pemula di daerah alangkah bijaknya apabila banyak-banyak menimba pengalaman dan pengetahuan dari mereka.(ruslan nolowijoyo)

Followers

Administrator

Ruslan Nolowijoyo Hengky Kik

My News Feed

Related Websites

 

Warta Pantura. Copyright 2009 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Hengky Scootman Converted into Blogger Template by Scootman