Rabu, 26 Agustus 2009

Memancing Ikan Kakap dekat Muara Berekreasi dan Melatih Kesabaran


PEMALANG . wartapantura - Bagi penggemar memancing, kawasan sekitar muara sungai merupakan lokasi paling cocok untuk melepas kepenatan dengan memancing ikan kakap. Sebab di lokasi tersebut selain pemandangan alamnya indah memikat biasanya ikan kakap yang dagingnya lezat itu berhabitat dan berkembangbiak. Seperti halnya di aliran sungai Kali Waluh yang bermuara di Asemdoyong Kecamatan Taman Pemalang maupun dekat m,uara Kali Comal di wilayah Kecamatan Comal. Ikan kakap putih yang beranakpinak di Kali Waluh menyukai lokasi berair dalam sebelah selatan tak jauh dari kawasan muara yang banyak ditempati perahu nelayan. Sedangkan di Kali Comal ikan kakap berhabitat di sepanjang alur sebelum muara yang lokasinya berkelak kelok. “Kakap putih banyak tinggal di air sekitar brug tugel beberapa ratus meter selatan muara Kali Waluh,” ungkap Eko (31) hobiis mancing dari Kebondalem, Selasa (25/8) malam kemarin. Rekannya Junet (26) juga mengakui, kakap menyukai air yang agak jernih dan lokasinya banyak rumpon atau tumbuhan glagah. Senada disampaikan Deni Purwoko (33) hobiis mancing kakap asal Mulyoharjo, lokasi dekat muara Kali Comal banyak dihuni kawanan kakap putih yang disukai pemancing.

Bagi para penggemar mancing yang biasa berburu kakap, ada kiat tersendiri untuk penyaluran hobinya. Yakni memancing secara nglicir, yakni menenggelamkan umpan di tepi sungai dan berpindah-pindah di tempat yang diperkirakan dihuni kakap. Atau dengan cara nenggar, menunggui umpan yang dilempar ke tengah bentangan sungai. Menurut Mas Yok (51) dua cara tersebut banyak digunakan untuk memburu kakap, tapi masing-masing pemancing tidak selalu sama dalam menerapkan kiatnya. Namun yang pasti, jelas hobiis mancing yang tinggal di bilangan Serayu Kebondalem itu. Memancing kakap pada dasarnya bisa dilakukan pagi ataupun sore hari. “Jika pagi sekitar pukul 06 hingga 09, sore pukul 16 hingga 18,” katanya. Akan tetapi ada kalanya ikan kakap akan bereaksi menyantap umpan pada siang hari sekitar pukul 11 hingga 13, imbuh dia.

Memancing ikan kakap tak beda dengan memancing ikan lainnya, kata Arif (30). Yakni membutuhkan kesabaran dan ketelatenan dan bagi pemancing harus bersiap untuk kecewa apabila tidak mendapatkan ikan meski telah berjam-jam lamanya berada di tepi sungai atau ikan yang menyantap umpan ternyata lepas kembali padahal sudah beberapa lama dihela. “Harus sabar dan telaten selain memilih waktu yang tepat sesuai kondisi air sungai dimana ikan kakap berada,” jelas dia. Untuk kondisi tertentu ikan kakap kurang merespon umpan yang terkait di mata kail. Misalnya air sungai terlalu keruh setelah turun hujan, imbuhnya. Untuk ikan kakap lazim digunakan umpan udang hidup yang bisa diperoleh dengan harga relatif murah. Untuk jenis udang jari menurut Mas Yok dan Eko, harganya Rp 40 ribu per kilo. Tetapi untuk jenis udang putih harganya lebih mahal, yakni antara Rp 700,- hingga Rp 1.000,- setiap ekornya. Cara memasang umpan udang menurut dia, dengan mengkaitkan mata kail pada tanduk (kepala) atau diatas ekor. Kedua jenis udang tersebut bisa bertahan beberapa jam dalam air sehingga menarik hasrat ikan kakap untuk menyantapnya.

Menyalurkan hobi memancing ikan kakap di sungai, menurut para hoiis mancing yang bergabung dalam komunitas pemancing kakap di Kebondalem, merupakan cara berekreasi yang cukup tepat guna melepas kejenuhan disela kesibukan kerja sehari-hari. Berjam-jam menunggu reaksi pemangsa umpan membutuhkan kesabaran prima. Keseharian kerja yang menjemukan, menurut mereka, membutuhkan penyegaran, refresing. Kebetulan di Pemalang terdapat beberapa sungai yang dihuni banyak kakap, seperti Kali Waluh dekat muara Asemdoyong, Kali Comal di sekitar Desa Mojo dan muara Srengseng di Tanjungsari. Di tempat-tempat tersebut ikan kakap putih yang ada besar kecilnya beragam. Pemancing kerap mendapatkan dengan berat setengah hingga satu setengah kilogram. Tetapi tidak jarang pula mereka memperoleh kakap dengan berat mencapai enam hingga duabelas kilogram. wartapantura : ruslan nolowijoyo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Followers

Administrator

Ruslan Nolowijoyo Hengky Kik

My News Feed

Related Websites

 

Warta Pantura. Copyright 2009 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Hengky Scootman Converted into Blogger Template by Scootman